Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral First Time Anal Seks Ternikmat

Viral First Time Anal Seks Ternikmat

  Biodataviral.com - Dengan baju kerjanya tante Juliet terlihat sangat cantik dan seksi. Apabila ia sedang melepas blezernya, buah dadanya tampak padat, ukurannya sedang-sedang saja. Karena ia selalu memakai rok span mini, maka pantatnya terlihat padat dan kencang, karena tercetak dengan sangat jelas di rok spannya yang ketat. Sering kali ketika aku main ke kantornya. Pada waktu itu aku sedang duduk di sofa dan sedang membaca majalah. Aku tidak sengaja melirik ke arah betis tante Juliet yang sangat mulus dan indah, tante Juliet juga selalu memakai sepatu hak tinggi warna hitam yang seksi, sehingga menambah keindahan kaki dan betisnya.


Pernah suatu kali ketika aku sedang melirik betis indahnya tante Juliet, tanpa kusadari ia mengetahuinya dan melihat ke arahku. Begitu aku tiba-tiba sadar dan melihat ke arahnya, aku malu sekali, jantungku berdegup kencang. Namun tante Juliet justru tersenyum kepadaku, yang malah membuatku makin jadi salah tingkah. Tante Juliet memang orangnya ramah dan baik hati, bahkan ia terkadang memberiku hadiah-hadiah kecil seperti mobil. Namun tetap saja apabila aku sedang diajak bicara olehnya, jantung ini berdebar-debar, entah kenapa. Peristiwa yang sangat dahsyat bermula pada saat aku mampir lagi di kantornya. Hari itu sekitar jam 10 pagi, dan aku sedang duduk-duduk sambil baca majalah, namun tiba-tiba tante Juliet datang dengan pakaian kerjanya yang sexy seperti biasa.

“Eh, tante..?”, sapaku.
“Son.. kamu lagi ngapain..”tanyanya.
“Lagi baca majalah tante..”jawabku.
“Majalah apa ayo.. jangan-jangan kamu baca majalah porno ya?”tanyanya penasaran.
“Kalau ya.. emang kenapa tante.. nggak boleh ya..”jawabku.
“Nggak pa-pa koq.. itu berarti keponakan tante udah gede.. ya khan..”katanya.
“Ya.. tante punya Sony udah gede lo.. kepalanya lucu kayak ‘Helm NAZI’..”kataku mancing.
“Apanya yang gede.. anak manis.. tante nggak ngerti..”tanyanya lagi.
“Ini tante burung Sony.. udah gede lo..”kataku sambil nunjuk ke arah selangkanganku.
“Ahh.. kamu nakal ya.. entar tante bilangin ama om kamu.. baru nyaho’ kamu..”katanya.
Lalu, tante Juliet kembali bekerja.

Di dalam ruang kerja kantor, tante Juliet bekerja menggunakan komputernya, sedangkan aku sendiri bosan baca majalah lalu bermain game dengan komputerku, tepat di sebelah meja tante Juliet. Saat itu kulihat tante Juliet sedang sibuk dengan pekerjaannya, tentu saja kesempatan ini kugunakan sebaik-baiknya. Aku menikmati kecantikan tanteku sepuasku. Keperhatikan wajah tante Juliet yang begitu cantik, lalu buah dadanya yang padat. Karena tante Juliet menggunakan rok span yang mini, maka ketika ia duduk dengan menumpangkan kakinya, pahanya yang putih mulus itu langsung terlihat, juga betisnya yang indah, kutatap habis-habisan.

Namun tiba-tiba tante Juliet menatapku sambil tersenyum menggoda,” Lagi ngeliatin apa kamu, Sony..?”katanya.
Dag.. dig.. dug.. derr! Astaga.., aku benar-benar kaget, jantungku serasa copot, aku sangat panik, dan..


“Eh.., anu.., ehm.., nggak kok tante..”, jawabku terbata-bata.
“Kamu nggak usah bohong sayang.. Nggak apa-apa kok, kalau kamu suka ama tante..”, katanya sambil tersenyum nakal.
Namun tante Juliet malah berdiri ke arah pintu dan menguncinya, lalu menghampiriku dan berdiri
tepat di depanku, bau harum parfumnya terasa olehku. Tentu saja aku jadi makin berdebar-debar nggak karuan.
Lalu..
“Son.., menurut Sony, tante cantik dan sexy nggak sih..?”, tanyanya menggoda.
“Eh.. engg.. iya.. tante cantik dan sexy.. malah jauh lebih cantik dari Tamara Maen Sky” jawabku becanda sambil menunduk.
“Ahh.. yang bener Son.. ee.. kalau begitu Sony mau dong kalau tante Juliet minta tolong?” katanya sambil mengecup pipiku. Lanjut baca!


Viral Bu RT Sange Minta di Anal Seks 2

Viral Bu RT Sange Minta di Anal Seks 2

  Aopok.com - Dan seperti yang dipesankannya, aku berusaha mencoba bersikap sewajar mungkin saat berada diantara orang-orang. Seolah tidak pernah terjadi sesuatu yang luar biasa diantara kami. Kendati aku sering harus menekan keinginan yang menggelegak akibat darah mudaku yang gampang panas saat berdekatan dengannya. Dan sejak itu lokasi teras di belakang kamar mayat menjadi saksi sekitar tiga kali hubungan sumbang kami. Hubungan sumbang yang terpaksa kuhentikan seiring kedatangan Bu Hartini, adik Pak Harjono yang bermaksud menengok kondisi sakit kakaknya. Hanya terus terang, sejak kehadirannya ada perasaan kurang senang pada diriku.


Sebab sejak Ia ada yang menemani merawat suaminya di rumah sakit, kendati aku tetap diminta untuk membantu mereka dan selalu berada di rumah sakit, aku tidak lagi dapat menyalurkan hasrar seksualku. Hanya sesekali kami pernah nekad menyalurkannya di kamar mandi ketika hasrat yang ada tak dapat ditahan. Itu pun secara kucing-kucingan dengan Bu Tini dan segalanya dilaksanakan secara tergesa-gesa hingga tetap tidak memuaskan kami berdua.

Sampai suatu ketika, saat Pak Har telah siuman dan perawatannya telah dialihkan ke bangsal perawatan yang terpisah, Bu Tini menyarankan kepada Ia untuk tidur di rumah.
“Kamu sudah beberapa hari kurang tidur Mbak, kelihatannya sangat kelelahan. Coba kamu kalau malam tidur barang satu dua hari di rumah hingga istirahat yang cukup dan tidak jatuh sakit. Nanti kalau kedua-duanya sakit malah merepotkan. Biar yang nunggu Mas Har kalau malam aku saja diteman Dik Rido kalau mau” ujarnya.
Ia setuju dengan saran adik iparnya. Ia memutuskan untuk tidur di rumah malam itu. Maka hatiku bersorak karena terbuka peluang untuk menyetubuhinya di rumah. Tetapi bagaimana caranya pamit pada Bu Tini? Kalau aku ikut-ikutan pulang untuk tidur di rumah apa tidak mengundang kecurigaan? Aku jadi berpikir keras untuk menemukan jalan keluar. Dan baru merasa plong setelah muncul selintas gagasan di benakku.

Sekitar pukul 22.00 malam, lewat telepon umum kutelepon rumahnya. Wanita itu masih terjaga dan menurut pengakuannya tengah menonton televisi. Maka nekad saja kusampaikan niatku kepadanya. Dan ternyata ia memberi sambutan cukup baik.
“Kamu nanti memberi tanda kalau sudah ada di dekat kamar ibu ya. Nanti pintu belakang ibu bukakan. Dan sepeda motornya di tinggal saja di rumah sakit biar tidak kedengaran tetangga. Kamu bisa naik becak untuk pulang,” katanya berpesan lewat telepon.
Untuk tidak mengundang kecurigaan, sekitar pukul 23.00 aku masuk ke bangsal tempat Pak Har dirawat menemani Bu Tini. Namun setengah jam sesudahnya, aku pamit keluar untuk nongkrong bersama para Satpam rumah sakit seperti yang biasa kulakukan setelah kedatangan Bu Tini. Di depan rumah sakit aku langsung meminta seorang abang becak mengantarku ke kampungku yang berjarak tak lebih dari satu kilometer. Segalanya berjalan sesuai rencana. Setelah kuketuk tiga kali pintu kamarnya, kudengar suara Ia berdehem. Dan dari pintu belakang rumah yang dibukakannya secara pelan-pelan aku langsung menyelinap masuk menuju ruang tengah rumah tersebut.


Rupanya, bertemu di tempat terang membuat kami sama-sama kikuk. Sebab selama ini kami selalu berhubungan di tempat gelap di teras kamar mayat. Maka aku hanya berdiri mematung, sedang Ia duduk sambil melihat televisi yang masih dinyalakannya. Cukup lama kami tidak saling bicara sampai akhirnya Ia menarik tanganku untuk duduk di sofa di sampingnya. Setelah keberanianku mulai bangkit, aku mulai berani menatapi wanita yang duduk di sampingku. Ia ternyata telah siap tempur. Terbukti dari daster tipis menerawang yang dikenakannya, kulihat ia tidak mengenakan Bra di baliknya. Maka kulihat jelas payudaranya yang membusung. Hanya, ketika tanganku mulai bergerilya menyelusuri pangkal paha dan meremasi buah dadanya ia menolak halus.
“Jangan di sini Rid, kita ke kamar saja biar leluasa,” katanya lirih. Lanjut baca!


Viral Bu RT Sange Minta di Anal Seks 1

Viral Bu RT Sange Minta di Anal Seks 1

  Biodataviral.com - Usia Bu Harjono sebenarnya tidak muda lagi. Mungkin menjelang 50 tahun. Sebab suaminya, Pak Harjono yang menjabat Ketua RT di kampungku, sebentar lagi memasuki masa pensiun. Aku mengetahui itu karena hubunganku dengan keluarga Pak Harjono cukup dekat. Maklum sebagai tenaga muda aku sering diminta Pak Harjono untuk membantu berbagai urusan yang berkaitan dengan kegiatan RT.


Namun berbeda dengan suaminya yang sering sakit-sakitan, sosok istrinya wanita beranak yang kini menetap di luar Jawa mengikuti tugas sang suami itu, jauh berkebalikan. Kendati usianya hampir memasuki kepala lima, Bu Har (begitu biasanya aku dan warga lain memanggil) sebagai wanita belum kehilangan daya tariknya. Memang beberapa kerutan mulai nampak di wajahnya. Tetapi buah dadanya, pinggul dan pantatnya, sungguh masih mengundang pesona. Aku dapat mengatakan ini karena belakangan terlibat perselingkuhan panjang dengan wanita berpostur tinggi besar tersebut.

Kisahnya berawal ketika Pak Harjono mendadak menderita sakit cukup serius. Ia masuk rumah sakit dalam keadaan koma dan bahkan berhari-hari harus berada di ruang ICU (Intensive Care Unit) sebuah RS pemerintah di kotaku. Karena ia tidak memiliki anggota keluarga yang lain sementara putri satu-satunya berada di luar Jawa, aku diminta Bu Har untuk membantu menemaninya selama suaminya berada di RS menjalani perawatan. Dan aku tidak bisa menolak karena memang masih menganggur setamat SMA setahun lalu.

“Kami bapak-bapak di lingkungan RT memita Mas Rido mau membantu sepenuhnya keluarga Pak Harjono yang sedang tertimpa musibah. Khususnya untuk membantu dan menemani Bu Har selama di rumah sakit. Mau kan Mas Rido,?” Begitu kata beberapa anggota arisan bapak-bapak kepadaku saat menengok ke rumah sakit. Bahkan Pak Nandang, seorang warga yang dikenal dermawan secara diam-diam menyelipkan uang Rp 100 ribu di kantong celanaku yang katanya untuk membeli rokok agar tidak menyusahkan Bu Har. Dan aku tidak bisa menolak karena memang Bu Har sendiri telah memintaku untuk menemaninya.

Hari-hari pertama mendampingi Bu Har merawat suaminya di RS aku dibuat sibuk. Harus mondar-mandir menebus obat atau membeli berbagai keperluan lain yang dibutuhkan. bahkan kulihat wanita itu tak sempat mandi dan sangat kelelahan. Mungkin karena tegang suaminya tak kunjung siuman dari kondisi komanya. Menurut dokter yang memeriksa, kondisi Pak Harjono yang memburuk diduga akibat penyakit radang lambung akut yang diderita. Maka akibat komplikasi dengan penyakit diabetis yang diidapnya cukup lama, daya tahan tubuhnya menjadi melemah.


Menyadari penyakit yang diderita tersebut, yang kata dokter proses penyembuhannya dapat memakan waktu cukup lama, berkali-kali aku meminta Bu Har untuk bersabar. “Sudahlah bu, ibu pulang dulu untuk mandi atau beristirahat. Sudah dua hari saya lihat ibu tidak sempat mandi. Biar saya yang di sini menunggui Pak Har,” kataku menenangkan.

Saranku rupanya mengena dan diterima. Maka siang itu, ketika serombongan temannya dari tempatnya mengajar di sebuah SLTP membesuk (oh ya Bu Har berprofesi sebagai guru sedang Pak Har karyawan sebuah instansi pemerintah), ia meminta para pembesuk untuk menunggui suaminya. “Saya mau pulang dulu sebentar untuk mandi diantar Nak Rido. Sudah dua hari saya tidak sempat mandi,” katanya kepada rekan-rekannya. Lanjut baca!


Heboh Kisah Ngentot Anal dan Toket Alda 2

Heboh Kisah Ngentot Anal dan Toket Alda 2

  Biodataviral.com - “Tapi dia kemudian menawarnya. “Tunggu Dik Alda, bagaimana jika Om dikasih kedua payudara Dik Alda saja?”. Saya setuju, tapi hanya meremas dari luar pakaianku saja. Saat itu saya memakai kaos hitam ketat tanpa lengan dengan rok jeans selutut. Dengan agak kecewa dia menyetujuinya. Kemudian ia mulai meraba-raba dan meremasi kedua payudaraku dari depan. Ia sekonyong-konyong menyambar bibirku, kemudian melumatnya. Saya mencoba melepaskan bibirku tapi ia terus mendorongku sampai tertahan meja kerjanya. Saya tidak bisa menghindar lagi, rasa nikmat mulai kurasakan saat lidahnya menyapu rongga mulutku, kubalas dengan melingkarkan lidah kami berdua.


Air liur kami meluber dari mulut kami, menetes dari dagu kami. Hidung dan pipiku basah mengkilat oleh liur. Dia meminta saya membuka mulutku dan menjulurkan lidahku. Kemudian dia mengulum lidahku kemudian menghisapnya. Ooohh.., nikmat sekali, dia menyedot mulut dan lidahku lalu menelan liurku sampai hampir kering mulutku.dia memelukku dengan kedua tangganya meremas-remas kedua bongkahan pantatku yang besar dan padat berisi.”

“Dia mulai membuka celana saya, tapi saya kemudian sadar. Saya buru-buru mendorongnya, dan memperingatkan agar tidak melanggar persyaratan kami. Kuarahkan kedua tangannya kembali ke payudara saya, kemudian ia mulai meremasinya lagi. Sementara itu saya membersihkan sisa liur yang membasahi wajahku. Saya menolak diajak bercumbu lagi, takutnya saya akan terlena lagi. “

“Karena tidak puas, dia berkata, “Dik Alda, Om boleh ya njilatin kedua ketiak Dik Alda. Nanti Om tambah satu juta rupiah gimana?”. Kusetujui permintaannya. Memang ketiakku saat ini terlihat begitu menggairahkan. Ketiakku putih montok bersih, sebenarnya rambut ketekku yang hitam lebat sekali. Tapi karena risih, saya cabut sampai ketekku halus dan mulus.”

“Kemudian dia mengangkat kedua tanganku ke atas, dan mulai menjilati lenganku yang berbulu kemudian turun ke ketekku yang berkeringat. Tepat di tengah ketekku yang gemuk dia mulai menjilati dan menyedotinya. “Dik Alda, keteknya bagus banget. Cuman baunya masih kecut, gak pake deodoran yah? Tapi rasanya gurih kok,”. Dia mengomentari ketekku. Saya hanya mendesah kegelian saja. Lidahnya turun ke samping badanku. Dari bawah ketiakku dia menjilati dan menyedoti bagian samping payudara saya yang memang agak melesak keluar dari bra. Sehingga terlihat dari bawah ketiakku karena kaosku tak berlengan.”

“Karena tidak tahan, Beliu menambah tawarannya agar bisa menikmati kedua payudaraku yang ranum ini. “Dik Alda, Om tambah jadi 20 juta rupiah kalo Om boleh ngulum toket Dik Alda.” saya sempat menolaknya, tetapi ketika ia menawarkan 50 juta rupiah saya langsung menyanggupinya. Ia segera menarik lepas kaos dan bra saya. Saat bra saya ditarik paksa sampai lepas, muncullah gumpalan daging di dadaku. Yang sempat tergoncang naik turun. Payudara saya memang indah, selain besar, padat dan montok. Payudara saya putih bersih, dengan bulu-bulu halus yang cukup lebat di bagian atas payudara saya. Karena saking putih dan bersihnya payudara saya, urat-urat payudaraku yang berwarna hijau kebiruan terlihat jelas di bawah kulit payudaraku. Puting payudaraku berwarna hitam kecoklatan. Karena saya juga keturunan arab pastilah putingku hitam. Dengan bagian bawah yang coklat melebar cukup besar.”



“Setelah puas memandangi keindahan payudara saya, dia langsung menyosor buah dadaku yang sebelah kiri. Tangan nya meremas payudaraku yang sebelah kanan. Dia mengulum payudaraku, menyedot puting payudaraku, kemudian menggigiti kulit dan daging payudara saya. Saya sempat berteriak kesakitan. Dia sempat mencoba melahap seluruh payudara kiriku, tapi tidak muat karena kapasitas payudaraku yang terlalu besar.”

“Dia menidurkanku, kemudian dia mengangkangi dadaku. Ia mengeluarkan penisnya yang sangat besar dan panjang. Saya kaget melihat penis raksasa itu. Dia kemudian meletakkan penisnya tepat di tengah belahan payudara saya. Dia meremas kedua payudaraku kemudian menggunakannya untuk menjepit batang penisnya. Saya melenguh kesakitan karena dia menekan kedua payudaraku dengan keras sekali. Kemudian dia mulai memaju-mundurkan penisnya yang menggesek payudara saya” Lanjut baca!


Viral Kisah Ngentot Anal dan Toket Alda 1

Viral Kisah Ngentot Anal dan Toket Alda 1

  Tradingan.com - Sebelumnya, kami ingin memperkenalkan diri. Kami Flux_bee, DJ-Key, dan T-Script. Kami selalu mengikuti perkembangan karier artis. Mulai dari 1st step, naik daun, sampai over the top. Kami lihat kurangnya kejujuran media cetak dalam memaparkan kehidupan mereka yang sesuai dengan realita. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami membentuk team Penyelidik Artis Sexy (P.A.S). Kami memaparkan kebenaran tentang mereka (artis sexy) yang tidak dapat diberitakan oleh media lain.


Pada kesempatan ini, sekaligus perdananya P.A.S showbizz. Kami mengungkap kebenaran tentang kehidupan artis berikut ini. Kami sempat mengadakan survey di internet untuk pemilihan artis yang akan diberitakan pada edisi perdana kami. Selain itu kami juga meminta bantuan para pembaca yang budiman, untuk memberi info kepada kami tentang artis yang menurut pembaca harus kami liput dan kami selidiki kehidupan mereka yang sesungguhnya. Kami butuh nama lengkap artis tersebut beserta biodatanya. Juga cantumkan alasan, mengapa anda memilihnya. Dan bagian tubuh mereka mana yang paling menonjol.

Sekian kata pembuka dari kami. Kami, team P.A.S meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan (kami harap tidak ada). Terima kasih, kami tunggu info anda melalui e-mail kami yang tercantum di akhir halaman.

*****

Usianya tergolong belia, baru 20 tahun. Meski begitu, keindahan ragawi Alda tak perlu disangsikan lagi. Cantik, seksi dan montok, kata itulah yang pantas ditujukan pada penyanyi dan pemain sinetron berdarah Jawa dan Arab itu.

Tubuhnya yang berukuran 162 cm dengan bobot 49 kg, terlihat nyaris sempurna. Kulitnya putih mulus dengan rambut-rambut halus di beberapa bagian tubuhnya, hidungnya bangir, bibirnya ranum dan matanya sayu. Bagian dadanya yang besar dan terlihat padat juga menjadi daya tarik tersendiri pada sosok penyanyi yang meroket lewat tembang Aku Tak Biasa ini. Alda sendiri menyadari kalau tubuhnya memang montok.

“Yang pasti, buatku ini merupakan karunia yang patut disyukuri. Saya sih hanya bisa bersyukur, kalau ada orang yang bilang fisikku bagus. Siapa sih cewek yang enggak suka dibilang seksi?” kata Alda sumringah.
Meski begitu, Alda tidak tidak membantah bahwa keindahan tubuh adalah aset utamanya menuju popularitas. Kata anak sulung dari sembilan bersaudara ini, di dunia tarik suara ia bukan penyanyi karbitan. Sejak kecil, untuk mengasah bakatnya, ia sudah mengikuti berbagai festival menyanyi di kota kelahirannya. Waktu pertama kali mau rekaman pun, ia ikut tes vokal. Bahkan sempat Tim P.A.S dengar agar mampu menyanyi dengan baik, alda sempat melakukan oral sex.



Dan setelah menyelidiki dengan saksama tim P.A.S mendapat pengakuan dari Mr. *****, yang saat itu merupakan guru privat menyanyi Alda.
“Ya, saat itu Dik Alda masih berumur 15 tahun. Karena pada hari esok dan selama seminggu saya harus terbang ke Jerman, maka saya adakan les tambahan sampai jam 8 malam. Saat itu hampir selesai, tapi ayah Alda yang biasa menjemput belum juga datang. Kemudian saya menyuruh Dik Alda melatih otot-otot rongga mulut dan lidah dengan mengulum penis saya. Karena ia ingin sekali pandai menyanyi, Dik Alda mau meng-oral alat kemaluan saya. Saya sempat kaget, kalau anak seumuran dia sedotan mulutnya sangat kencang. Meskipun bibirnya waktu itu mungil sekali. Saya keluarkan sperma saya di tenggorokannya, saya suruh dia telan cairan itu agar ia bisa cepat pintar menyanyi. Dik Alda menurut saja. Wah.., andaikan saja Dik Alda yang sudah besar sekarang masih mau meng-oral penis saya.” Lanjut baca!


Cerita Seks Parodi - Resident Evil XXX 2

Cerita Seks Parodi - Resident Evil XXX 2

  Tradingan.com - “Klik.. klik!”, suara itulah yang keluar dari pistol yang digenggam Jill.

Dia sudah kehabisan peluru dan terjebak di antara kerumunan zombi yang mengepungnya. Tebasan pisaunya hanya menjatuhkan segelintir dari mereka sedangkan puluhan lainnya terus maju, erangan mereka terdengar hiruk pikuk memenuhi ruangan itu. Beberapa zombi meraih bajunya dan merobeknya. Zombi lainya makin ganas melihat ketelanjangan Jill. Dia merasakan bagian-bagian sensitifnya mulai dikerjai oleh makhluk-makhluk mengerikan itu.
“Tidak..!!”, jeritnya.


Dia terbangun dan menyadari dirinya terbaring di ranjang dengan selembar selimut menutupi tubuh telanjangnya. “Ah.. hanya mimpi?” katanya dalam hati sambil menyeka keringat dingin yang membasahi dahinya.
Kesadarannya berangsur pulih dan ditatapinya ruangan sekeliling yang terasa asing baginya. Masih teringat olehnya bagaimana terakhir kali dia baru saja diperkosa sekumpulan zombi. Mimpi buruk ini tidak dapat begitu saja dilupakannya. Dia masih belum tahu dimana dia sekarang dan siapa gadis yang menolongnya tadi.

Ketika itu pintu terbuka, kini dia dapat melihat jelas sosok gadis yang menolongnya itu, wajahnya cantik dengan rambut coklat diikat ke belakang, tubuhnya yang sintal dibalut pakaian ketat hitam dengan rompi merah, celana merahnya yang pendek dan ketat memperlihatkan kakinya yang indah dan pantatnya yang montok berisi.
“Hai, kamu bangun juga akhirnya, saya sudah menjaga kamu setengah harian”, sapanya dengan tersenyum ramah. “Siapa.. siap kamu? Dimana ini?”, tanya Jill masih belum mengerti.
“Namaku Redfield.. Claire Redfield, kamu anggota STARS ya? Saya lihat dari pakaian dan kartu ID-mu”
“Redfield? Claire? Jadi kamu adiknya Chris?”, tanya Jill mengacu pada partnernya dalam STARS ketika bertugas membongkar misteri di wisma Umbrella dulu.
Chris dulu pernah bersamanya membongkar misteri hilangnya anggota tim mereka dan kasus aneh yang merebak di sekitar sana. Chris sendiri sekarang sedang ditugaskan untuk menyelidiki jaringan Umbrella di tempat lain yang masih dirahasiakan bahkan Jill sendiri belum mengetahui keberadaannya.

Claire menceritakan bahwa dia sedang mencari kakaknya dan baru tiba di Racoon City hari ini juga atas informasi dari Leon Kenedy dari RCPD (Racoon City Police Department), setelah dihadang beberapa zombi dan monster-monster aneh dia akhirnya menemukan Jill sedang diperkosa oleh zombi-zombi itu. 



Setelah menolongnya, dia membawa Jill ke sebuah motel kosong sebagai tempat perlindungan sementara yang sekarang mereka tempati. Jill mendengarkan cerita panjang lebar Claire sambil berendam di bath tub membasuh tubuhnya dari sisa-sisa persetubuhan barusan. Merekapun menjadi akrab dan saling sepakat untuk menemukan ada apa dibalik semua malapetaka ini.
“Kita kekurangan amunisi untuk membela diri, saya mau keluar sebentar untuk mencari amunisi dan informasi baru”, ujarnya sambil melangkah ke pintu depan.
“O.. iya, pakaianmu sudah rusak, jadi saya sudah mencarikan yang baru dari butik sebelah dan saya taruh di meja, ok!”, ujar Claire sambil membuka pintu
“Ingat pastikan bahwa senjata telah terisi.. hati-hati, apapun bisa terjadi!”, sambungnya lagi sebelum menghilang di balik pintu. Lanjut baca!


Heboh! Cerita Seks Parodi - Resident Evil XXX 3

Heboh! Cerita Seks Parodi - Resident Evil XXX 3

  Biodataviral.com - Claire semakin tak dapat menahan birahi yang sedang melandanya, vaginanya terus mengeluarkan cairan kemaluan akibat digerayangi Dario, belum lagi kini Dario menyorongkan kepalanya ke depan untuk menikmati payudaranya. Dario dengan bernafsu menjilati dan menyedot putingnya, hal ini menyebabkan Claire makin terangsang sehingga otomatis hisapannya pada penis si pemilik toko makin kuat. Pada saat itulah si pemilik toko mengerang panjang dan menekan penisnya lebih dalam lagi hingga menyentuh kerongkongan Claire. Dia meronta ingin melepaskan benda itu dari mulutnya karena merasa sesak dan sakit, tapi tangannya yang kokoh itu menahan kepala Claire dengan memegangi kuncirnya.


Dari pelupuk mata Claire menetes air mata menahan rasa sakit sekaligus nikmat itu, dia merasakan penis di dalam mulutnya mulai berdenyut lebih kencang dan akhirnya cairan putih kental memenuhi mulutnya. Tidak tahan dengan rasanya yang aneh, Claire berusaha mengeluarkan cairan itu, tapi karena derasnya, dia malah tersedak, sebagian cairan itu tertelan dan sebagian lagi meleleh membasahi bibirnya.

Setelah puas berejakulasi di mulut Claire, si pemilik toko mencabut penisnya. Claire agak lega, akhirnya dia dapat kembali mengatur nafasnya yang memburu dan mengelap ceceran sperma di sekitar bibirnya. Tapi semua ini masih belum berakhir, tanpa memberi kesempatan pada Claire yang masih terbatuk-batuk, si pemilik toko merebahkan tubuhnya di lantai. Pakaian atasnya yang sudah setengah terbuka dia lucuti, sedangkan Dario melucuti celananya, tidak ketinggalan pula sepatu bot dan sarung tangannya pun mereka buka. Sesudah menelanjangi Claire, merekapun melepas pakaiannya sendiri.
“Sudah.. cukup.. jangan diteruskan lagi, kita masih dalam bahaya!!”, kata Claire sambil menyilangkan tangan menutupi dadanya.
“Tenang nona, kami 3 hari disini cukup aman, senjata pun banyak, lagipula kamu datang untuk menolong kan? Nah dengan begini kamu juga sudah menolong kami hahaha..!!”, ejek si pemilik toko.

Tanpa buang waktu lagi si pemilik toko langsung menyambar paha Claire dan merentangkannya.
“Aaawww.. jangan!!”, pekik Claire sambil berusahan menutupi daerah itu.
Dario segera menarik tangan Claire dan memeganginya. Kepala si pemilik toko hanya sejengkal dari daerah terlarang Claire, hembusan nafasnya pun mulai terasa di sana. Rambutnya yang diikat membuat Dario leluasa menjilati lehernya yang jenjang samapi ke tenguknya yang ditumbuhi rambut halus sambil meremasi kedua payudaranya. Tubuh Claire bergetar sambil mengeluarkan desahan ketika lidah pria itu menyapu permukaan kemaluannya sehingga bulu-bulu disana jadi basah oleh ludahnya. Lidah itu kini mulai membelah bibir kemaluannya dan terus melesak ke dalam. Desahan Claire makin hebat, matanya terpejam, tangannya menggenggam erat tangan Dario yang bercokol di payudaranya. Sekarang mau melawan pun sudah tanggung, tubuhnya tidak bisa berbohong untuk terus menikmati hal ini.



Sepuluh menit lamanya pria itu melahap kemaluan Claire, tapi nampaknya dia masih belum puas juga, dia terus mengisap vagina itu walaupun cairannya sudah membasahi daerah itu. Claire kembali terlonjak ketika lidah pria itu menyentuh selaput daranya, kedua paha mulusnya menegang sehingga mengapit kepala si pemilik toko. Sementara itu Dario memiringkan wajah Claire untuk melumat bibirnya. Karena sudah lepas kontrol, Claire tidak kuasa menolaknya, dia membiarkan lidah Dario bermain-main dalam rongga mulutnya, bahkan pelan-pelan lidahnya juga mulai ikut bermain, saling membelit dan saling isap. Tanpa sadar, salah satu tangannya memainkan payudaranya bersama tangan Dario.
“Akkhh.. ahh!!”, rintih Claire panjang bersamaan dengan melelehnya cairan bening dari vaginanya.
Dario memandangi wajah Claire yang sedang orgasme sambil memilin-milin putingnya, sementara si pemilik toko menyeruput cairan vaginanya sampai habis. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia